TUGAS
MATA KULIAH
ILMU
SOSIAL BUDAYA DASAR
CARA-CARA
PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA
DALAM
PRAKTEK KEBIDANAN MELALUI PESANTREN
PENDEKATAN
DALAM SISTEM PESANTREN
1.
PENGERTIAN
Pondok pesantren adalah
lembaga Pendidikan Islam yang menggembangkan fungsi pedalaman agama,
kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia.
2. TUJUAN
DAN SASARAN PONDOK PESANTREN
Bidan harus memiliki keterampilan professional agar
dapat memberikan pelayanan kebidanan yang bermutu untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan rasional, agar bidan dapat menjalankan peran fungsiya dengan baik
maka perlu adanya pendekatan social budaya yang dapat menjembati pelayanan
pasien. Tercapainya pelayanan kebidanan yang optimal, perlu adanya tenaga bidan
yang professional dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan kebidanan
berdasarkan kaidah-kaidah profesi, antara lain memiliki pengetahuan yang kuat,
menggunakan pendekatan asuhan kebidanan. Bidan dapat menunjukan otonominya dan
akuntabilitas profesi melalui pendekatan sosial dan budaya yang kuat.
Bentuk-bentuk pendekatan yang dapat digunakan oleh bidan dalam pelayanan
kesehatan sebagai berikut
a. pendekatam
social
b. survai
mawas diri
c. musyawarah
masyarakat pondok pesantren
d. pelatihan
e. pelaksanaan
kegiatan
f. pembinaan
Pondok
pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang mengembangkan fungsi pendalaman
agama, kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia. Melalui pedidikan
agama, pendidikan formal, pendidikan kesenian.
Tujuan
umum : tercapainya pengembangan dan pemantapan kemandirian pondok pesantren dan
masyrakat sekitar dalam bidang kesehatan.
Tujuan
khusus : tercapainya pengertian positif pondok pesantren dan masyarakat
sekitarnya tentang norma hidup sehat, meningkatkan peran serta pondok pesantren
dalam menyelenggarakan upaya kesehatan, terwujudnya keteladanan hidup sehat di
lingkungan pondok pesantren.
3.
Pendekatan
Sosial Budaya dalam praktek kebidanan melalui pesantren
Saat
ini pesantren diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya memberdayakan
masyarakat menuju prilaku hidup bersih dan sehat, karena pondok pesantren
dianggap mampu menjadi penggerak masyarakat baik dibidang agama, social maupun
ekonomi.
Ketika
pesantren mengaktifkan praktek kebidanan makaini berarti pesantren tidak hanya
menjadi wadah yang menyampaikan pesan agamatetapi juga pesantren telah
menyampaikan pesan kesehatan dan ini sesuai dengannilai-nilai agama islam yang
kita anut, dimana agama menekankan kepada kitauntuk menjaga kebersihan dan
kesehatan, karena merupakan bahagian dari iman.
Pondok
Pesantren pada awal berdirinya mempunyai pengertian yang sederhana, yaitu
tempat pendidikan santri-santri untuk mempelajari pengetahuan agama Islam di
bawah bimbingan seorang Guru/Ustadz/Kyai dengan tujuan untui menyiapkan
santri-santri menguasai Ilmu Agama Islam dan siap mengajarkan agama Islam
dengan mendirikan Pesantren baru untuk memperbanyak jumlah kader dakwah
Islamaiyahnya.
Pesantren
merupakan tempat untuk mendidik agar santri-santri menjadi orang yang bertaqwa,
berakhlak mulia serta memeiliki kecerdasan yang tinggi. Santri-santri yang
berada di pondok Pesantren merupakan anak didik yang pada dasarnya sama saja
dengan anak didik di sekolh-sekolah umum yang harus berkembang dan merupakan
sumber daya yang menjadi generasi penerus pembangunan yang perlu mendapat
perthatian khusus terutama kesehatan dan pertumbuhannya.
Permasalahan
kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak beda dengan permasalahan yang
dihadapi anak sekolah umum bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi
dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok yang mereka tempati.
Berdasarkan hal tersebut di atas dituntut suatu peran aktif dari masyarakat dalam hal ini adalah Pesantren bekerjasam dengan pihak kesehatan melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santri yang ada sehingga terwujud pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para santri dan masyarakat Pondok Pesantren serta masyarakat lingkungannya.
Berdasarkan hal tersebut di atas dituntut suatu peran aktif dari masyarakat dalam hal ini adalah Pesantren bekerjasam dengan pihak kesehatan melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santri yang ada sehingga terwujud pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para santri dan masyarakat Pondok Pesantren serta masyarakat lingkungannya.
4. PANDANGAN AJARAN ISLAM TENTANG
KESEHATAN
Uraian yang sederhana menyangkut ajaran agama Islam tentang
kesehatan adalah merupakan upaya
pengkajian nilai-nilai yang telah membudaya
di lingkungan Pesantren yaitu nilai yang bersumber pada ajaran fiqih. Bertitik
tolak dari tujuan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yaitu penataan hal
ihwal manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat dengan pandangan sepintas pada
tubuh ajaran fiqih, maka dapat dilihat adanya garis besar dari pengamtan itu
yakni :
1)
Rab’ul’ibadat,
yang menata hubungan manusia dengan sang pencipta. Misalnya sholat, dituntut
untuk selalu bersih, baik rohaninya maupun jasadnya. Kebersihan di dalam sholat
merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan karena kalau tidak bersih
(suci), maka sholtnya tidak syah.
2)
Rub’ul’muamalat,
yaitu masalah hubungan manusia dengan manusia. Dalam hubungan ini ada suatu
rumus fiqh yang sangat terkenal di lingkugan Pondok {esantren yaitu yang
disebut Alkalliyatul Khmas (Lima kepentingan dasar). Disebutkan kesehatan jiwa
raga menempati posisi pokok> Hal tersebut sesuai dengan Hadist Rasulullah
yang mentakan “Mu’min yang kuat lebih disukai dan disenangi oleh Allah dari
pada mu’min yang lemah”.
3)
Rub’ul
Munkahat, yang menata hubungan manusia dalam lingkungan keluarga. Islam
mengajarkan dalm perkawinan hendaknya mencari pasangan yang sehat, dan
menghindari nasab (keturunan) yang tidak sehat.
4)
Rub’ul
jinayat, yang menata ketentraman dalam pergaulan yang memperhatikan ketentraman
dari lingkungan (kesehatan lingkungan). Sebagai contoh dilarang buang hajat
disemberang tempat, karena akan mengganggu kesehatan lingkungan.
Sehat
dalam arti agama, yaitu terhibdar dari penyakit hati/rohaniyah meliputi unsure
akal, nafsu, kalbu dan roh sekaligus terbibas dari penyakit jasmaniyah yang
diakibatkan oleh penyalahgunaan fungsi farj (kelamin), hidung (menghirup dan
mencium) kaki (yang mmengantarkan maksud dan tujuan), lidah (merasa dan
mengecap), mata (melihat), perasa (perabaan dansentuhan), perut (penyimpanan
dan pengatur makanan dan minuman), tangan (merasa, menyentuh dan memegang),
telinga (mendengar).
Di dalam
Al Qur’an banyak disebutkan tentang pengertian sehat/ kesehatan diantaranya
yaitu :
·
As-sawiyyu
: Kondisi tubuh yang sempurna, ditandai dengan berfungsinya seluruh organ tubuh
secara prima seperti disebutkan dalam surah Maryam ayat 10 yang artinya :
Zakariya berkata, “ Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman “
Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama
tiga mala, padahal kamu sehat”.
·
Sehat
bisa juga diartikan terhindar dari penyakit atau lawan dari sakit. Bahasa
populernya sehat wal’afiat seperti disebutkan dalam surah Shad ayat 34 yang
artinya “ Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia)
tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit). Kemudian
ia bertaubat.”
·
Sehat
dapat pula diartikan dengan sembuh setelah berobat, seperti ungkapan do’a Nabi
Ibrahim as pada surah as-Syu’ara ayat 80 yang artinya “ Dan apabila aku sakit,
maka Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”
Selain itu Rasullullah s.a.w
bersabda yang artinya “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat guna,
maka penyakit itu akan sembuh dengan seijin Allah ‘Azza wa jalla” (HR.Muslim
(4/2204) dan Ahmad dari Jabir bin ‘Abdullah).
Cukup jelas dari uraian di atas
bahwa dalam agama Islam kesehatan merupakan penjabaran yang nyata dari rahmat
kasih sayang Allah yang meliputi segala-galanya dan mamadai risalah Nabi Besar
Muhammad SAW, dan itulah sesungguhnya wajah dari Islam.
Berbagai aspek agama dalam
memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari upaya-upaya pelayanan kesehatan
yang ditinjau dari segi agama, diantaranya :
A.
Upaya pemeliharaan
kesehatan
Upaya dini yang dilakukan dalam pemeliharaan
kesehatan dimulai sejak ibu hamil yaitu sejak janin di dalam kandungan. Hal
tersebut bertujuan agar bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat begitu juga
dengan ibunya. Kesehatan merupakan faktor utama bagi umat manusia untuk dapat
melakukan/menjalani hidup dengan baik sehingga dapat terhindari dari berbagai
penyakit dan kecacatan. Ada beberapa langkah yang dapat memberikan tuntunan
bagi umat manusia untuk memelihara kesehatan yang dianjurkanoleh agama antara
lain :
1.
Makan
makanan yang bergizi
2.
Menjaga
kebersihan (Hadist mengatakan : kebersihan sebagian dari iman)
3.
Berolah
raga
4.
Pengobatan
diwaktu sakit
B.
Upaya pencegahan penyakit
Dalam ajaran agama pencegahan penyakit lebih
baik dari pada pengobatan di waktu sakit.
Adapun upaya-upaya pencegahan penyakit antara lain:
Adapun upaya-upaya pencegahan penyakit antara lain:
1.
Dengan
pemberian imunisasi. Imunisasi dapat diberikan kepada bayi dan balita, ibu
hamil, WUS, murid SD kelas 1 sampai kelas 3.
2.
Pemberian
ASI pada anak sampai berusia 2 tahun. (Surah Al-Baqarah ayat 233). Ayat
tersebut pada dasarnya memerintahkan seorang ibu untuk menyusui bayinya dengan
ASI sampai ia berusia 2 tahun.
3.
Memberikan
penyuluhan kesehatan. Dapat dilakukan pada kelompok pengajian, atau
kelompok-kelompok kegiatan keagamaan lainnya.
5. POKOK-POKOK KEGIATAN UPAYA KESEHATAN
SANTRI
Untuk
mendapatkan hasil guna dan daya guna yang optimal sehubungan dengan peran serta
Pesantern untuk melakukan pembinaan kesehatan santri-santri diperlukan
upaya-upaya yang meliputi :
Upaya
Promotif :
1) Pelatihan kader kesehatan Pondok
Pesantern yaitu kegiatan pelatihan santri-santri yang berada di Pondok
Pesantren untuk menjadi kader kesehatan yang akan membantu kegiatan pelayanan
kesehatan di Pondok Pesantren tersebut.
2) Penyuluhan kesehatan yang dilakukan
oleh petugas kesehatan dan pihak Pondok Pesantren tentang pesan-pesan kesehatan
guna meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku santri dan masyarakat Pondok
Pesantren mengenai kesehatn jasmani, mental dan social.
3) Perlombaan bidang kesehatn yaitu
kegiatan yang sifatnya untuk meningkatkan minat terhadap kegiatan kesehatn di
Pondok Pesantren, misalnya lomba kebersihan, lomba kesehatan dan lain-lain.
Upaya Preventif :
1) munisasi , yaitu kegiatan yang
dilakukan oleh pihak kesehatn dibantu pihak Pondok Pesantern dalam rangka pencegahan
terhadap penyakit tertentu pada santri-santri yang masih berusia sekolah,
misaln ya imunisasi DT dan TT pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
2) Pemberantasan nyamuk dan sarangnya,
adalah kegiatan pencegahan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dengan jenis
kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan oleh santri dan petugas
serta pihak Pondok Pesantren.
3) Kesehatan lingkungan, yaitu suatu
kegiatan berupa pengawasan dan pemeliharaan lingkungan Pondok Pesantren berupa
tempat pembuangan sampah, air limbah, kotoran dan sarana air bersih. Kegiatan
ini bertujuan guna meningkatkan kesehatan lingkungan Pondok Pesantren.
4) Penjaringan kesehatan santri baru
guna mengetahui status kesehatan dan sedini mungkin menemukan penyakit yang
diderita para santri.
5. Pemeriksaan berkala guna mengevaluasi kondisi kesehatan dan penyakit para santri di Pondok Pesantren yang dialksanakan oleh petugas kesehatn dibantu pihak Pondok Pesantren.
5. Pemeriksaan berkala guna mengevaluasi kondisi kesehatan dan penyakit para santri di Pondok Pesantren yang dialksanakan oleh petugas kesehatn dibantu pihak Pondok Pesantren.
Upaya Kuratif dan rehabilitatif :
1) Pengobatan dilakukan oleh petugas
kesehatan terhadap santri dan masyarakat Pondok Pesantren yang sakit yang
dirujuk pihak Pondok Pesantren.
2) Rujukan kasus yaitu kegiatan merujuk
santri dan mayarakat Pondok Pesantren yang mmengidap penyakit tertentu ke
fasilitas rujukan legih lanjut untuk mencegah penyakit berkembang lebih lanjut.
Peran serta lain yang biasanya dilakukan oleh pihak Pondok
Pesantern adalah dalam hal pelayanan gizi di Pondok Pesantren dengan cara :
1) Pemantauan status gizi masyarakat
Pesantren dengan kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
2) Pemanfaatan halaman/pekarangan,
yaitu memanfaatkan lahan untuk pertanian atau perikanan/peternakan guna
kelengkapan gizi santri.
3) Penanggulangan masalah gizi.
Kegiatan bekerja sama dengan pihak kesehatan dalam rangka mengatasi masalah
gizi utama (Gaki atau gangguan akibat kekurangan iudiom, Anemia gizi besi,
Kurang Energi Protein, Kekurangan vitamin A).
4) Pengelolaan makanan memenuhi syarat
kesehatan
Masalah lain yang juga berhubungan dengan peran serta Pondok Pesantren guna meningkatkan derajat kesahatan masyarakat Pondok Pesantern adalah tentang kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren yang meliputi :
1) Lingkungan dan bangunan pondok
Pesantren haruslah dalam keadaan bersih tersedia sarana sanitasi yang memadai
dan memenuhi syarat kesehatan., bangunan yang kukuh.
2) Tata Ruang, sesuai dengan kebutuhan
dan perencanaan.
3) Konstruksi bangunan sesuai dengan
persyaratan kesehatan.
4) Kamar/ruang cukup untuk dihuni oleh
santri dan sesuai dengan ketentuan kesehatan.
Keterlibatan Pondok Pesantren dalam hal kesehatan yang lain
adalah tersedianya Pos Obat Desa (POD). Pos Obat Desa yang dimaksud adalah
suatu tempat dimana masyarakat warga Pondok Pesantren yang sakit dapat dengan
mudah memperoleh obat untuk mengobati santri dengan murah dan bermutu.
Obat-pbat yang dipakai adalah obat-obat yang diperbolehkan yaitu sesuai dengan
letentuan dari pihak kesehatan. Pengelola POD adalah kader yang telah dilatih
yang berada di Pondok Pesantren.
6.
POSKESTREN
(pos kesehatan pesantren)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar